Hetalia: Axis Powers - Taiwan Tips dan Curhatan Seputar Anak Gadis: Cerita Dari Sang Gadis Kecil

Senin, 04 Mei 2015

Cerita Dari Sang Gadis Kecil


Seorang gadis kecil berlari sambil memegangi boneka kelinci kesayangannya. Ia berlari saat melihat seorang wanita menjauh darinya… anak itu terus berlari, sambil berteriak… “ibuuu.. ibuuu… tunggu aku…”
namun wanita itu tak menghiraukannya, ia tetap berjalan tanpa menghiraukan gadis kecil itu. Gadis itu. terus berlari, hingga ia terjatuh, namun ia tetap berlari menggejar wanita itu.. hingga ia terjatuh tuk kesekian kalinya, dan wanita itu hilang dalam pandangannya.
“ibu… kembalii.. jangan tinggalin aku.. aku butuh ibu….” teriak anak itu sambil memegang erat boneka kelinci kesayangannya.
Anak itu terus menagis, bahkan ia tak sadar ada seorang lelaki datang menghampirinya, dan menggengam tangan mungilnya…
“ayah.. kenapa ibu pergi??? Apa ibu udah ga sayang sama aku?? Apa aku nakal ya?? “ tanya gadis kecil itu pada lelaki yang ta lain adalah ayahnya…
Dengan penuh kasih sayang sang ayahpun langsung menggendong gadis kecil itu sambil tersenyum dan berkata..
“ibu lagi ada keperluan sayang, ibu ga marah ko sama kamu, kamu ga nakal, udah yah jangan nangis lagi..” ucap sang ayah sambil memeluk sang gadis kecil, namun rupanya gadis kecil itu belum puas dengan jawaban sang ayah, hingga ia bertanya kembali..
“tapi yah, ibu belum membantuku meniup kue ulang tahunku” ucap sang gadis kecil
“biar ayah yang membantumu…” jawab sang ayah sambil membelai rambu sang anak, dan mengusap airmata sang gadis kecil.
“ayah… ibu pasti kembalikan ya???” tanya si gadis kecil sambil tersenyum
“pasti nak, pasti ibu kembali.. sekarang ayo kita kembali dan menunggu ibu…”
Anak itu terus menunggu … meski ia sadar perkataan ayahnya waktu itu hanyalah ingin menyenangkannya saja. Berhari-hari ia menunggu di depan rumah, menunggu dan berharap bahwa sang ibu akan kembali, namun hingga bulan silih berganti, bahkan tahunpun telah bergulir, sang ibu tak jua menunjukkan batang hidungnya…
“kamu sedang apa nak?” tanya sang ayah yang mulai terlihat kerutan diwajahnya.
“aku tau tanpa ku jawab ayah tau jawabannya..” ucap sang gadis kecil yang semakin beranjak dewasa, hingga menjelma menjadi gadis dewasa yang cantik. “ini sudah tahun ke 14 ayah…” sambungnya sambil menatap sang ayah dengan tatapan penuh pertanyaan.
Sang ayahpun tersenyum sambil menghampirinya,
“nak, ada banyak hal yang kamu belum mengerti…” jawab sang ayah.
“bagaimana aku bisa mengerti, jika tidak ada seorangpun yang menjelaskan apapun kepadaku??”
“maafkan aku anakku…” jawab sang ayah sambil tertunduk seolah kembali mengingat sesuatu yang telah ia kuburkan dalam-dalam.
“maaf?? Untuk apa???” tanya sang anak dengan wajah heran.
“karena telah berbohong kepadamu…”
“bohong?? Bohong soal aapa ayah?” tanya sang anak yang semakin penasaran.
“bohong karena 14 tahun lalu aku bilang padamu ibumu akan kembali… maaf karena ucapku membuat kau selalu selalu menunggu selama ini…” jelas sang ayah sambil menatap sang anak…
“ada apa yah?? Apa aku masih belum cukup dewasa untuk mengetahui semuanya?” tanya sang anak.
“nak… ibu mu dan aku sudah berpisah…” jawab sang ayah dengan nada lemas dan penuh dengan penyesalan.
“iya yah aku tau,, setidaknya aku tak terlalu bodoh untuk menyadari hal itu. Tapi kenapa?”
“mungkin ini saatnya kamu mengetahuinya…” sang ayahpun memberikan secarik kertas yang terdapat sebuah alamat yang asing saat dilihat sang anak.
“apa ini?” tanya sang anak
“jawaban dari pertanyaan mu selama 14 tahun, hanya ini yang ayah bisa berikan kepadamu, sekali lagi maafkan ayah nak” jelas sang ayah yang langsung meninggalkannya sesaat setelah memberikan secarik kertas itu.
Mobil itu melaju begitu kencang, hingga berhenti disebuah pelataran rumah mewah dengan pagar-pagar yang tinggi… ia meilhat alamat yang berada di kertas itu berkali-kali, hingga ia menemukan apa yang selama ini ia cari…
Ia melihat seorang wanita paruh baya yang sedang membaca majalah sambil ditemani seorang lelaki paruh baya yang terlihat beberapa tahun lebih tua dibanding sang wanita.
Ia menatap wanita itu, tanpa ia sadari cairan bening dari matanya yang indah meluncur tanpa dihalangi apapun, membasahi wajahnya yang cantik. Sang wanita paruh baya itupun melihatnya, dan ia langsung menghampirinya,
“maaf ada yang bisa saya bantu?? Mau mencari siapa ya?” tanya nya
Iapun hanya terdiam tanpa sepatah kata keluar dari bibir mungilnya yang dipoles merah muda.
“ada apa bunda?” tanya sang pria yang ikut menghampirinya
“mba, cari siapa ya???” tanya sang wanita kembali.
Gadis itu hanya tersenyum sambil menghapus airmatanya, dan berkata
“maaf sepertinya saya salah alamat… anda bukanlah orang yang saya cari… permis….i ibu..” ucapnya sambil berjalan meninggalkan rumah itu dan kedua orang itu.
Sang wanita paruh bayapun sepertinya menyadari sesuatu… ketika melihat senyuman sang gadis… ia terdiam sejenak, bahkan tak mendengar ketika namanya berkali-kali di panggil oleh pria disebelahnya.
“bun, bunda… itu siapa?? Kamu kenal???” tanya sang pria paruh baya
“sepertinya aku menggenalnya…” ucap sang wanita yang tanpa sadar ikut meneteskan cairan bening dan membasahi wajahnya.
Sang gadispun duduk terdiam dalam mobil, meletakan kepalanya diatas stir, sambil berfikir… dan seolah semua pertanyaan dibenaknya selama 14 tahun telah terjawab dalam hitungan menit… satu hal yang ia ingin lakukan sekarang.. dan mobi itu dipacu dengan kencang…
“ayah……” teriak sang gadis sambil mencari keberadaan sang ayah,
“ayah dibelakang nak” jawab sang ayah yang sedang menyirami tanaman.
“yah.. kenapa selama ini ayah merahasiakan semua ini???” taya sang gadis dengan mata berkaca-kaca
“nak, ayah hanya menunggu kamu siap menerima semuanya.. dan mungkin inilah saatnya, ayah hanya ta ingin membuat kamu menangis setiap hari…maafkan ayah” jelas sang ayah sambil tersenyum..
“kenapa ayah yang minta maaf, aku yang seharusnya minta maaf… karena selama ini aku selalu memikirkan diriku dan dia… sementara aku tak pernah menghiraukan perasaan ayah… maafkan aku… aku sayang ayah…” ucap sang gadis yang langsung memeluk tubuh sang ayah dengan begitu kuat. Sang ayah membelai kepala sang gadis degan penuh kasih..
“nak, hidup ini adalah pilihan.. dan kamu sudah mengetahui apa pilihan ibu mu…” ucap sang ayah sambil membelai lembut sang gadis
“ayah… aku sayang ayah…..maafkan aku… ” ucap sang gadis yang semakin memeluk erat ayahnya yang baru menyadari luka yang ia hadapi tak sebegitu berat dengan luka sang ayah.

aku menunggu mu selama 14 tahun, meski aku tau kau tak akan datang, tapi aku tetap menunggumu, berharap sebuah keajaiban datang membawa kau kembali berkumpul disini. Ayah tak pernah melarangku saat aku duduk teriam di teras rumah untuk waktu yang lama, ayah tak pernah bercerita apapun, bahkan ia selalu bercerita yang baik tentang mu.. dan setiap ku tanyakan kenapa kau tak kembali, ia hanya tersenyum dan berkata
“ibu sedang banyak pekerjaan nak”
Aku tidak tau pekerjaan apa yang dilakukan hingga aku harus menunggu 14 tahun…
Aku tak marah padamu, karena pergi meninggalkanku dihari kelahiranku, aku tak marah atas penantianku selama 14 tahun… karena ayah melarangku untuk marah padamu..
Sesungguhnya aku rindu padamu… sangat merindukanmu, rindu belaian sayangmu, rindu amarahmu, rindu canda tawamu, rindu masakanmu… aku rindu pelukanmu…
Namun, seperti yang ayah katakan.. hidup ini adalah pilihan.. dan mungkin inilah pilihanmu.. meninggalkan aku bersama ayah.. untuk orang lain yang sama sekali aku tak kenal…
aku fikir akulah orang yang paling menderita karena kau tinggalkan, tapi aku salah besar…
ayah jauh lebih menderita melebihi aku, namun dia tak pernah memperlihtkannya padaku, dia selalu tersenyum saat aku menyebutkan namanu, padahal itu sangat membuatnya sedih karena harus teringat padamu.
Sepertinya kau lupa telah meninggalkan seorang gadis kecil, bahkan kau tak mendegar teriakanku 14 tahun yang lalu.. aku mengejarmu, hingga aku terjatuh berkali-kali.. dan setelah 14 tahun aku akhirnya bisa melihatmu…
Sayangnya kau tak lagi menggenaliku…
Aku hanya ingin meminta maaf… entah apa kesalahan yang pernah ku perbuat hingga kau tak sudi melihat/menggunjungiku, bahkan untuk menanyakan kabarkupun tidak..
Taukah kau betapa besar luka yang kau torehkan padaku??
Tapi aku tak marah padamu… kali ini bukan karena ayah..
Tapi karena kau adalah…
IBUKU…
Semoga kau mendapatkana apa yang cari. Dan semoga kau bahagia 
Aku sayang padamu… aku merindukanmu…
-gadis kecilmu-

0 comments

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar

 

Followers

animasi  bergerak gif
My Widget

About Me