Seorang
gadis kecil berlari sambil memegangi boneka kelinci kesayangannya. Ia
berlari saat melihat seorang wanita menjauh darinya… anak itu terus
berlari, sambil berteriak…
“ibuuu.. ibuuu… tunggu aku…”
namun wanita itu tak menghiraukannya, ia tetap berjalan tanpa
menghiraukan gadis kecil itu. Gadis itu. terus berlari, hingga ia
terjatuh, namun ia tetap berlari menggejar wanita itu.. hingga ia
terjatuh tuk kesekian kalinya, dan wanita itu hilang dalam pandangannya.
“ibu… kembalii.. jangan tinggalin aku.. aku butuh ibu….” teriak anak itu sambil memegang erat boneka kelinci kesayangannya.
Anak itu terus menagis, bahkan ia tak sadar ada seorang lelaki datang menghampirinya, dan menggengam tangan mungilnya…
“ayah.. kenapa ibu pergi??? Apa ibu udah ga sayang sama aku?? Apa aku
nakal ya?? “ tanya gadis kecil itu pada lelaki yang ta lain adalah
ayahnya…
Dengan penuh kasih sayang sang ayahpun langsung menggendong gadis kecil itu sambil tersenyum dan berkata..
“ibu lagi ada keperluan sayang, ibu ga marah ko sama kamu, kamu ga
nakal, udah yah jangan nangis lagi..” ucap sang ayah sambil memeluk sang
gadis kecil, namun rupanya gadis kecil itu belum puas dengan jawaban
sang ayah, hingga ia bertanya kembali..
“tapi yah, ibu belum membantuku meniup kue ulang tahunku” ucap sang gadis kecil
“biar ayah yang membantumu…” jawab sang ayah sambil membelai rambu sang anak, dan mengusap airmata sang gadis kecil.
“ayah… ibu pasti kembalikan ya???” tanya si gadis kecil sambil tersenyum
“pasti nak, pasti ibu kembali.. sekarang ayo kita kembali dan menunggu ibu…”
Anak itu terus menunggu … meski ia sadar perkataan ayahnya waktu itu
hanyalah ingin menyenangkannya saja. Berhari-hari ia menunggu di depan
rumah, menunggu dan berharap bahwa sang ibu akan kembali, namun hingga
bulan silih berganti, bahkan tahunpun telah bergulir, sang ibu tak jua
menunjukkan batang hidungnya…
“kamu sedang apa nak?” tanya sang ayah yang mulai terlihat kerutan diwajahnya.
“aku tau tanpa ku jawab ayah tau jawabannya..” ucap sang gadis kecil
yang semakin beranjak dewasa, hingga menjelma menjadi gadis dewasa yang
cantik. “ini sudah tahun ke 14 ayah…” sambungnya sambil menatap sang
ayah dengan tatapan penuh pertanyaan.
Sang ayahpun tersenyum sambil menghampirinya,
“nak, ada banyak hal yang kamu belum mengerti…” jawab sang ayah.
“bagaimana aku bisa mengerti, jika tidak ada seorangpun yang menjelaskan apapun kepadaku??”
“maafkan aku anakku…” jawab sang ayah sambil tertunduk seolah kembali mengingat sesuatu yang telah ia kuburkan dalam-dalam.
“maaf?? Untuk apa???” tanya sang anak dengan wajah heran.
“karena telah berbohong kepadamu…”
“bohong?? Bohong soal aapa ayah?” tanya sang anak yang semakin penasaran.
“bohong karena 14 tahun lalu aku bilang padamu ibumu akan kembali…
maaf karena ucapku membuat kau selalu selalu menunggu selama ini…” jelas
sang ayah sambil menatap sang anak…
“ada apa yah?? Apa aku masih belum cukup dewasa untuk mengetahui semuanya?” tanya sang anak.
“nak… ibu mu dan aku sudah berpisah…” jawab sang ayah dengan nada lemas dan penuh dengan penyesalan.
“iya yah aku tau,, setidaknya aku tak terlalu bodoh untuk menyadari hal itu. Tapi kenapa?”
“mungkin ini saatnya kamu mengetahuinya…” sang ayahpun memberikan
secarik kertas yang terdapat sebuah alamat yang asing saat dilihat sang
anak.
“apa ini?” tanya sang anak
“jawaban dari pertanyaan mu selama 14 tahun, hanya ini yang ayah bisa
berikan kepadamu, sekali lagi maafkan ayah nak” jelas sang ayah yang
langsung meninggalkannya sesaat setelah memberikan secarik kertas itu.
Mobil itu melaju begitu kencang, hingga berhenti disebuah pelataran
rumah mewah dengan pagar-pagar yang tinggi… ia meilhat alamat yang
berada di kertas itu berkali-kali, hingga ia menemukan apa yang selama
ini ia cari…
Ia melihat seorang wanita paruh baya yang sedang membaca majalah
sambil ditemani seorang lelaki paruh baya yang terlihat beberapa tahun
lebih tua dibanding sang wanita.
Ia menatap wanita itu, tanpa ia sadari cairan bening dari matanya
yang indah meluncur tanpa dihalangi apapun, membasahi wajahnya yang
cantik. Sang wanita paruh baya itupun melihatnya, dan ia langsung
menghampirinya,
“maaf ada yang bisa saya bantu?? Mau mencari siapa ya?” tanya nya
Iapun hanya terdiam tanpa sepatah kata keluar dari bibir mungilnya yang dipoles merah muda.
“ada apa bunda?” tanya sang pria yang ikut menghampirinya
“mba, cari siapa ya???” tanya sang wanita kembali.
Gadis itu hanya tersenyum sambil menghapus airmatanya, dan berkata
“maaf sepertinya saya salah alamat… anda bukanlah orang yang saya
cari… permis….i ibu..” ucapnya sambil berjalan meninggalkan rumah itu
dan kedua orang itu.
Sang wanita paruh bayapun sepertinya menyadari sesuatu… ketika
melihat senyuman sang gadis… ia terdiam sejenak, bahkan tak mendengar
ketika namanya berkali-kali di panggil oleh pria disebelahnya.
“bun, bunda… itu siapa?? Kamu kenal???” tanya sang pria paruh baya
“sepertinya aku menggenalnya…” ucap sang wanita yang tanpa sadar ikut meneteskan cairan bening dan membasahi wajahnya.
Sang gadispun duduk terdiam dalam mobil, meletakan kepalanya diatas
stir, sambil berfikir… dan seolah semua pertanyaan dibenaknya selama 14
tahun telah terjawab dalam hitungan menit… satu hal yang ia ingin
lakukan sekarang.. dan mobi itu dipacu dengan kencang…
“ayah……” teriak sang gadis sambil mencari keberadaan sang ayah,
“ayah dibelakang nak” jawab sang ayah yang sedang menyirami tanaman.
“yah.. kenapa selama ini ayah merahasiakan semua ini???” taya sang gadis dengan mata berkaca-kaca
“nak, ayah hanya menunggu kamu siap menerima semuanya.. dan mungkin
inilah saatnya, ayah hanya ta ingin membuat kamu menangis setiap
hari…maafkan ayah” jelas sang ayah sambil tersenyum..
“kenapa ayah yang minta maaf, aku yang seharusnya minta maaf… karena
selama ini aku selalu memikirkan diriku dan dia… sementara aku tak
pernah menghiraukan perasaan ayah… maafkan aku… aku sayang ayah…” ucap
sang gadis yang langsung memeluk tubuh sang ayah dengan begitu kuat.
Sang ayah membelai kepala sang gadis degan penuh kasih..
“nak, hidup ini adalah pilihan.. dan kamu sudah mengetahui apa pilihan ibu mu…” ucap sang ayah sambil membelai lembut sang gadis
“ayah… aku sayang ayah…..maafkan aku… ” ucap sang gadis yang semakin
memeluk erat ayahnya yang baru menyadari luka yang ia hadapi tak
sebegitu berat dengan luka sang ayah.
aku menunggu mu selama 14 tahun, meski aku tau kau tak akan datang,
tapi aku tetap menunggumu, berharap sebuah keajaiban datang membawa kau
kembali berkumpul disini. Ayah tak pernah melarangku saat aku duduk
teriam di teras rumah untuk waktu yang lama, ayah tak pernah bercerita
apapun, bahkan ia selalu bercerita yang baik tentang mu.. dan setiap ku
tanyakan kenapa kau tak kembali, ia hanya tersenyum dan berkata
“ibu sedang banyak pekerjaan nak”
Aku tidak tau pekerjaan apa yang dilakukan hingga aku harus menunggu 14 tahun…
Aku tak marah padamu, karena pergi meninggalkanku dihari kelahiranku,
aku tak marah atas penantianku selama 14 tahun… karena ayah melarangku
untuk marah padamu..
Sesungguhnya aku rindu padamu… sangat merindukanmu, rindu belaian
sayangmu, rindu amarahmu, rindu canda tawamu, rindu masakanmu… aku rindu
pelukanmu…
Namun, seperti yang ayah katakan.. hidup ini adalah pilihan.. dan
mungkin inilah pilihanmu.. meninggalkan aku bersama ayah.. untuk orang
lain yang sama sekali aku tak kenal…
aku fikir akulah orang yang paling menderita karena kau tinggalkan, tapi aku salah besar…
ayah jauh lebih menderita melebihi aku, namun dia tak pernah
memperlihtkannya padaku, dia selalu tersenyum saat aku menyebutkan
namanu, padahal itu sangat membuatnya sedih karena harus teringat
padamu.
Sepertinya kau lupa telah meninggalkan seorang gadis kecil, bahkan kau
tak mendegar teriakanku 14 tahun yang lalu.. aku mengejarmu, hingga aku
terjatuh berkali-kali.. dan setelah 14 tahun aku akhirnya bisa
melihatmu…
Sayangnya kau tak lagi menggenaliku…
Aku hanya ingin meminta maaf… entah apa kesalahan yang pernah ku perbuat
hingga kau tak sudi melihat/menggunjungiku, bahkan untuk menanyakan
kabarkupun tidak..
Taukah kau betapa besar luka yang kau torehkan padaku??
Tapi aku tak marah padamu… kali ini bukan karena ayah..
Tapi karena kau adalah…
IBUKU…
Semoga kau mendapatkana apa yang cari. Dan semoga kau bahagia
Aku sayang padamu… aku merindukanmu…
-gadis kecilmu-